Tuesday, 31 May 2016

wibi alwis 07:45
Majukan Peternakan Indonesia Bersama Ilmuhewan.com-Cuma satu pertanyaan yang belum bisa diproyeksikan secara fisik oleh indonesia (halah bahasanya,,, bingung kan... sama..) Pasti kalo pertanyaan ini pasti bisa dijawab dan pasti dilaksanakan pastilah peternakan Indonesia pasti maju. Naah.. kebanyakan pastinya, soalnya pasti dan hakiki. Orang Indonesia pandai beralasan, salah sistemnya lah, Finansial lah, pemerintah lah, salah sapinya lah. Yang pasti ada yang salah dan kita harus bisa memperbaikinya Teknik dan Cara Budidaya Ikan Nemo aatau Clownfish... yuuk...

Nah apa hubungannya dengan film Australia? enggak ini cuma film recomended aja ceritanya tentang peternakan Ausie jaman dulu. ceritanya tentang Australia utara tahun 1939, Lady Sarah Ashley (Nicole Kidman), wanita aristokrat Inggris mewarisi sebuah peternakan di tenggara Darwin. Saat para peternak Australia mencoba merebut tanah miliknya, Sarah mencoba melawan mereka, bersama si Penggiring Kuda (Hugh Jackman) menyusuri peternakan bermil-mil di kota, hanya untuk menyaksikan pengeboman Darwin oleh tentara Jepang dimana Pearl Harbor diserang beberapa bulan sebelumnya. lumayan buat blajar sejarah tentang peternakan Ausie dulu, lumayan juga filmnya...

Mengapa Peternakan Indonesia Tidak maju-maju-maju
Kemudian dari pada itu....Baanyak Fakta menunjukkan para peternak di Indonesia masih jauh di bawah standar kesejahteraan. Ini terbukti dari sapi yang diternak umumnya sekitar 5-10 ekor. Kalau sapi yang diternak minimal 15 ekor pasti beda kualitas kesejahteraan. Itulah sebabnya peternakan yang tidak bersatu malah menimbulkan energi yang kurang menguntungkan.
Coba kita liat peternak sapi di Australia. Peternak sapi di Ausie selalu lebih kaya karena disono kalo beternak minimal 200 ekor.

Jadi, kalau peternak kita ingin maju dan hidup sejahtera harus dibuka peluang untuk memelihara hewan yang sebanyak-banyaknya, atau bersatu sekampung atau se kecamatan yang punya ternak harus bersatu. nah... di sinilah peran bank dibutuhkan untuk permodalan, lha wong pekerjaan yang paling banyak di Indonesia adalah petani dan menyumbangkan dana untuk pembangunan adalah masyarakat petani dan peternak. Kenapa mereka gak dikasi modal, malah dibawa ke Ibukota untuk bangun gedung...Truz...

1. Di sektor hulu kita tidak pernah fokus untuk melakukan pembibitan, membentuk struktur bibit melalui rekording yang baik, kita belum memiliki langkah program yang menurut almarhumah ibu Prof Maria (UGM) yaitu komitmen, konsisten dan konsekwen, kita selalu berubah dan setiap pimpinan cenderung membuat nama model baru, padahal yang dilakukan mirip2 saja bahkan secara teknis adalah sama persis.

2. Pendekatan program ke peternak mengakibatkan peternak manja, dan cenderung bersifat temporer, dan pada umumnya hanya untuk menyenagkan peternak sementara, hal ini terjadi memang pembangunan peternakan berbasis peternakan rakyat akan memakan waktu, biaya dan tenaga sangat banyak, mendekati tak terhingga.

3. Pencetakan tenaga profesionalisme bidang peternakan (Ir dan Drh), menumbuhkan profesionalisme menejerial, cenderung memilih pekerjaan ber Home-base perusahaan atau kantoran, karena memang iklim usaha yang dibangun oleh negara, terjadi kecenderungan menjadi tenaga perusahaan/kantoran lebih baik dari pada menjadi tenaga profesional mandiri ber home base lapangan (masyarakat peternak)

Di Taiwan, pada tahun 1987 sudah melakukan breeding program yang terarah, peternak sudah memiliki perhitungan yang ekonomis dalam skala usaha beternak, katanya model di Indonesia itu model kami 30 tahun yang lalu, Nah lho.........

Inilah tantangan kita, Majukan Peternakan Indonesia Bersama Ilmuhewan.com sebenarnya kita sudah memiliki semuanya aset itu, tapi yang belum hanya jiwa patriotisme pembangunan peternakan berbasis sumber daya lokal. kata seorang pensiunan PNS KONDISI PETERNAKAN DI INDONESIA. Wasalammm....
Description: Mengapa Peternakan Indonesia Tidak maju-maju-maju
Reviewer: wibi alwis
Rating: 4.0
ItemReviewed: Mengapa Peternakan Indonesia Tidak maju-maju-maju

No comments: